-->

Cara Menjadi Guru Olahraga Milenial dan Profesional

Tips Cara Menjadi Guru Olahraga Milenial dan Profesional

pakai guru olahraga
gorilasport.com

A. Pertanyaan Penting Tentang Guru Olahraga

Bagaimana cara menjadi guru olahraga?

B. Pertanyaan Spesifik

  • Bagaimana langkah awal mempelajari sistem pengajaran olahraga?
  • Bagaimana supaya murid suka dengan sistem pengajaran yang diterapkan?


C. Sumber Belajar



D. Hasil Kajian

  • Menjelaskan proses pelaksanaan belajar dan mengajar pendidikan jasmani dan olahraga di SD
  • Menjelaskan cara menggunakan fasilitas dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga di SD
  • Menjelaskan cara menggunakan strategi dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga di SD
  • Menjelaskan cara melakukan evaluasi dalam pembelajaran pendidikan jasmani dan olahraga di SD Untuk membantu Anda mencapai tujuan tersebut, modul ini diorganisasikan menjadi empat.


Kegiatan Belajar (KB), sebagai berikut:

  • KB 1: Pelaksanaan PBM Pendidikan jasmani dan olahraga
  • KB 2: Fasilitas Pembelajaran Pendidikan jasmani dan olahraga
  • KB 3: Strategi Pembelajaran Pendidikan jasmani dan olahraga
  • KB 4: Evaluasi Pembelajaran Pendidikan jasmani dan olahraga.


Mengajar itu horisontal, bukan vertikal

Pahami tentang sifat mengajar yang horisontal, berarti kita sebagai tentor menempatkan diri sama tinggi dengan siswa kita. Kita berbicara sebagai orang yang lebih dahulu tahu, bukan lebih pintar. Kita mentransfer ilmu, bukan memberi ilmu. Saya seringnya mengatakan seperti ini setelah perkenalan:

“Saya berdiri di depan anda sekalian bukan karena saya lebih pintar dari anda, namun hanya karena saya mengenal ilmu ini lebih dahulu daripada anda. Mungkin suatu saat diantara anda sekalian ada yang lebih mengerti ilmu ini daripada saya. Saya berkeyakinan kuat akan hal ini.”

Pernyataan diatas sudah memberikan dorongan kepada siswa untuk lebih santai dan lebih menikmati kebersamaannya dengan anda. Jika kelas sudah santai dan dinikmati, maka pelajaran mudah diberikan. Dalam memberikan pelajaran, anggaplah kita sedang bercerita tentang pengalaman sehingga ilmu apapun itu tidak terkesan menyeramkan.

Mengajar itu memberikan motivasi

Murid yang termotivasi, tidak mencontek. Dalam proses mengajar, pastikan selalu memberikan motivasi kepada murid-murid kita. Motivasi bisa dilakukan di seluruh waktu, namun ada waktu-waktu yang terbaik.

Motivasi di pertemuan pertama

Untuk kasus ini saya menjiplak guru SD saya dulu, dimana ketika pertemuan pertama, beliau membawa sebuah gambar Thomas Alva Edison dan memajangnya di depan kelas lalu bercerita tentang Thomas Alva Edison. Ketika saya naik kelas, saya melihat guru saya itu melakukan hal yang serupa pada adik kelas saya. Ya, paling tidak bagi anak-anak kelas 2 SD, kisah Edison itu inspiratif. 🙂

Motivasi pada tengah pelajaran

Saya terbiasa memberikan hadiah bagi mereka yang dapat mengerjakan sesuatu yang saya tugaskan di tengah-tengah pelajaran. Ini saya tiru dari seorang guru biologi SMP saya. Reward (penghargaan) itu bisa berupa makanan atau minuman dan terkadang alat tulis.

Reward ini bisa menyesuaikan dengan kebutuhan. Mungkin untuk guru sekolah bisa dengan menjanjikan kebebasan pekerjaan rumah bagi yang dapat menjawab pertanyaan. Yah, hal-hal semacam itulah, tergantung bagaimana kreatifitas dan keadaan.

Motivasi di akhir pelajaran

Untuk ini saya mencontoh dari sebuah tayangan di Televisi yang menampilkan kilasan sebelum jeda iklan. Saya terbiasa memberikan preview pelajaran selanjutnya pada bagian yang menarik sebelum kelas berakhir. Hal ini membuat siswa kita menjadi semangat untuk mengikuti kelas kita selanjutnya. Buatlah anak didik Anda penasaran, karena rasa penasaran merupakan senjata guru untuk membuat kelasnya menjadi diminati oleh murid-muridnya. 🙂

Dan tak lupa, sebagai seorang guru kita haruslah menjadi seseorang yang dapat menyakinkan murid kita bahwa mereka hebat. Kita harus bisa menanamkan kepada mereka bahwa mereka pasti bisa melakukan apa saja asalkan berusaha dengan baik. Hal ini dapat kita tempuh dengan menghindari kalimat-kalimat yang menurunkan keyakinan terhadap diri mereka sendiri. Saya sendiri berpendapat bahwa tidak ada orang bodoh, hanya saja memiliki pemahaman yang berbeda.

Mengajar itu memberikan contoh

Seorang guru SMA saya pernah mengatakan bahwa “ajarkan apa yang kamu bisa, bukan apa yang kamu tahu”. Maksudnya adalah apa yang kita ajarkan sebaiknya adalah sesuatu yang kita mengerti dan bisa kita lakukan. Lakukan dengan memberikan contoh.

Ketika memberikan pelatihan, saya lebih banyak memberikan contoh dan mempraktekkan langsung supaya siswa mengerti dan tidak hanya mengimajinasikan dalam pikiran saja. Oleh karena itu sebagai guru kita harus paham konsep dari suatu hal yang diajarkan. Pemahaman konsep akan membuat kita mudah memberikan contoh apa saja dan memecahkan problematika yang mungkin dihadapi oleh para siswa.

Nah itulah tips dan saran cara menjadi guru olahraga milenial dan profesional. Kalau menurut Anda gimana, apakah sudah setuju dengan ini? Semoga bermanfaat.
LihatTutupKomentar